arum jeram anak nagari manggopoh lubuk basung kabupaten agam sumatera barat. yang mencari sensasi yang mengadu mental dan ardenalin yang menegangkan. lokasi di sungai antokan yg terletak sepanjang kecamatan lubuk basung.keadaan sungai banyak berbatuan dan tebing yang curam bagi yang suka tatangan datang aja ke lokasi tersebut dan perlengkapan yg memadai. kami hanya mencoba tanpa sefty redy, resiko yang sangat menegangkan. di jamin oke dan puas...bagi laki-laki dan perempuan yang suka tantang silakan dicoba.
Objek wisata Danau di Atas Danau di Bawah berada didekat Kota Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Danau di Atas Danau di Bawah terlihat unik karena berada lokasinya yang berdekatan. Bedanya hanya terletak pada ketinggian kedua danau tersebut. Danau di Atas berada pada ketinggian 1.531 mdpl, sementara Danau di Bawah berada pada ketinggian 1.663 mdpl.
Danau yang biasanya pertama kali didatangi pengunjung adalah Danau di Bawah. Danau di Atas memiliki air yang bisa dibilang tidak begitu dalam untuk ukuran Danau, yaitu 44 mete Di danau ini, anda bisa berwisata air dengan menaiki perahu yang disewakan.
Tidak seperti Danau di Atas, Danau di Bawah pengunjung tidak bisa melakukan wisata air. Ini dikarenakan dalamnya air sekitar 800 meter tetapi pemandangan di sekitar danau ini sangat asri, bagus untuk di abadikan dengan kamera..
Perjalanan pun harus harus melalui jalan curam menurun dari Bukittinggi, serta berliku-liku dengan tikungan tajam atau lebih dikenal dengan dengan Kelok 44. Sudut belokan yang rata-rata 90 derajat dan p adalah 10 KM mulai dari puncak penurunan yang bernama Ambun. Namun rasanya kengerian perjalanan tersebut akan terbayar dengan pemandangan danau biru dan lereng bukit yang sangat indah.
Luas Danau Maninjau adalah sekitar 100 M2 dan bertengger diperbukittan setinggi 461 meter diatas permukaan laut, serta memiliki kedalaman maksimum 495 Meter. Danau ini merupakan sumber air sungai yang bernama Batang Sri Antokan, sementara Puncak Tertinggi diperbukittan Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang.
Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang terletak sekitar 35 KM dari Bukittinggi atau sekitar 1 jam perjalanan. Untuk bisa sampai kesana, kita bisa menggunkan mobil pribadi atau angkutan umum.
Sumber:http://penghubung.sumbarprov.go.id/wisata/4/danau-diatas-danau-dibawah.html
10.27
Mandeh merupakan kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berbatas langsung dengan Kota Padang. Kawasan ini hanya berjarak 56 Km dari Padang dengan Luas ± 18.000 Ha dan waktu tempuh sekitar 56 menit. Kawasan Wisata Mandeh melingkupi 7 Kampung di 3 nagari yang dihuni oleh 9.931 jiwa penduduk dengan mata pencaharian bertani, berternak dan nelayan. Objek wisata Kawasan Mandeh (Mandeh Resort) sudah dikenal baik tingkat nasional maupun Internasional dengan adanya investasi asing (Itali), mengembangkan resort wisata yang dikenal dengan Cubadak Paradiso. Bahkan Kawasan Mandeh telah menjadi destinasi utama kebijakan sector pariwisata kebaharian yang dimasukkan kedalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) bersama biak dan Bunaken. Kawasan Wisata Mandeh sangat menjanjikan untuk dijadikan tujuan investasi.
Lokasi ini disebut sebagai Mandeh Resort karena salah satu kampung yang ada di kawasan ini bernama Kampung Mandeh, yang terkenal di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Teluk Carocok Tarusan cukup landai dan tidak berombak karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil diantaranya Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Kecil, Pulau Sironjong Besar dan Kecil, selain tentunya Pulau Cubadak. Sementara di bagian selatan kawasan ini tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung meliuk bagaikan kail, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riaknya yang selalu bernyanyi tak henti-hentinya.
Disisi utara Kawasan Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar yaitu : Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, dan Pulau Marak yang berdampingan dengan sikuai Island. Disepanjang pantai dari Kampung Sungai Pisang sampai ke Kampung Carocok kawasannya cukup landai dan berpasir putih dengan beberapa pohon pelindung seperti pohon kelapa, pohon waru, pohon nangka dan lain sebagainya. 7 Kampung dari 3 Nagari di kawasan ini termasuk kedalam kawasan pengembangan wisata yaitu : Kampung Mudiak Air, Kampung simpang Carocok, Kampung Pulau Karam, Kampung Sungai Nyalo, Kampung Sungai Tawar, Kampung Sungai Pinang dan Kampung Teluk Raya. Penduduk di sekitar Kawasan Mandeh terkenal cukup ramah dan cepat berbaur dengan masyarakat pendatang, bahkan suka membantu.
Tidaklah mengada-mengada kiranya, bila kawasan ini dijuluki dengan The Paradise in the Shouth (surga di Selatan), maksudnya di bagian selatan Provinsi Sumatera Barat. Di surga inilah semua kedamaian bisa didapat. Penduduk setempat memanfaatkan ketenangan dan kedamaian teluk ini dengan melayarinya,menyelam serta berlayar dengan kapal penangkapan ikan. Bahkan wisatawan yang datang kesini sering memanfaatkan danau laut ini untuk berenang dari satu pulau ke pulau lainnya, selain tentunya juga untuk menyelam, menyaksikan keindahan dasar laut dengan berbagai bentuk dan jenis kerang dan ikan-ikan yang hidup disana.
Gerbang masuk Kawasan Mandeh dapat dicapai melalui laut dan jalan darat. Bila naik kapal/ boat bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. Sedangkan bila melalui jalan darat, terdapat tiga alternative dari tiga ruas jalan yang berbeda. Alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui simpang carocok, dan alternative kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo. Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok terus menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang 12,5 Km.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Mandeh
20.39
Tidak banyak yang akan saya ceritakan mengenai Pantai Tiga Warna karena telah saya tulis sebelumnya di tulisan yang berjudul “Pantai Tiga Warna – Aquascape Alami di Malang Raya“.
Jika Anda ingin membaca ulasan dan video yang telah saya buat mengenai
Pantai Tiga Warna, jangan baca tulisan ini. Klik link di atas daripada
harus membaca tips dari saya ketika berkunjung kesana. Hehe 
Pada umumnya berkunjung ke pantai tidak
membutuhkan banyak perlengkapan yang merepotkan. Berikut adalah tips
berkunjung ke Pantai Tiga Warna:
1. Reservasi minimal 7 hari sebelum kedatangan
Berkunjung ke Pantai Tiga Warna wajib
melakukan reservasi. Dari pengalaman saya yang melakukan reservasi untuk
2 hari ke depan ternyata sudah tidak mendapat kuota (100 orang). Selain
itu, kunjungan di saat liburan panjang (peak season) sangat tidak saya sarankan. Jika terpaksa harus berkunjung saat peak season, lakukan reservasi minimal 1 bulan sebelum kedatangan.
2. Dapatkan info tentang pasang surut air laut di Pantai Tiga Warna
Pasang surut air laut sangat berpengaruh
dengan wilayah bawah laut mana saja yang dapat kita jelajahi. Jika
surut, pengunjung akan diarahkan (oleh petugas jaga) untuk berenang di
area tertentu. Sayang sekali mengingat karang yang dihampiri banyak ikan
tidak tumbuh di semua titik di Pantai Tiga Warna. Disarankan untuk
berkunjung saat air laut sedang normal (tidak naik dan tidak surut).
3. Usahakan tiba sebelum pukul 12.00 siang
Perjalanan dari pos administrasi menuju
Pantai Tiga Warna membutuhkan waktu paling tidak 60 menit. Jika Anda
tiba di pos administrasi lebih dari pukul 12 siang, bisa dibayangkan
kondisi jalan pulang pasti akan semakin gelap.
4. Bawalah makanan menuju pantai
Tidak ada yang menjual makanan di
sepanjang jalur antara pos administrasi dan Pantai Tiga Warna. Di Pantai
hanya akan kita temui penjual mi instan dan air mineral. Jika tidak
menyiapkan logistik sendiri dan stok yang dijual di pantai habis,
tamatlah riwayat Anda. Hehehe, bercanda 
5. Siapkan kamera anti air
Karena Pantai Tiga Warna menawarkan
keindahan bawah laut, sayang sekali jika Anda tidak mengabadikannya
karena tidak ada kamera bawah air. Terlebih jika hanya sibuk ber-selfie
ria di pasir pantai atau ketika berenang. Mengapa tidak melakukannya di
pantai lain atau bahkan di kolam renang saja? Hehehe
< btw jika Anda butuh GoPro untuk disewa, saya siap membantu menyediakannya
>
6. Siapkan fisik Anda< btw jika Anda butuh GoPro untuk disewa, saya siap membantu menyediakannya
Jalan kaki sekitar 120 menit (PP) dan
berenang selama maksimal 2 jam akan membuat tubuh Anda ‘bekerja’ lebih.
Jika tidak terbiasa, mungkin menuju Pantai Tiga Warna akan menjadi
sangat melelahkan. Terlebih jika keesokan harinya harus ‘ngantor’ dan
mengakibatkan kurangnya performa bekerja. Bisa jadi bos Anda tidak
memperbolehkan lagi untuk liburan. Hehehe
7. Jangan lupa sunblock
Penggunaan Sunblock sangat saya
sarankan karena kegiatan snorkling di bawah teriknya matahari mampu
membuat Anda terlena. Wajah dan kulit bisa menjadi gosong dan bahkan
terbakar. Sunburn atau terbakar matahari membuat tubuh sangat tidak nyaman untuk beraktivitas.
8. Pilih snorkle & goggle yang berkualitas baik
Dari pengalaman saya, ada beberapa snorkle sewaan yang patah karena digigit terlalu keras. Selain itu lifejacket sewaan juga sudah banyak yang kehilangan tali pengikatnya. Jika memungkinkan, datanglah sepagi mungkin agar dapat menyewa alat snorkling yang terbaik. Namun jika tidak ingin datang pagi, bawa alat snorkling sendiri mungkin bisa jadi pilihan.
9. Hindari sengatan ubur-ubur
Jika sudah datang musim ubur-ubur, semakin besar pula resiko mereka untuk menyengat pengunjung saat snorkling.
Beberapa kawan saya ada yang disengat ketika sedang asyik berenang di
Pantai Tiga Warna. Saya pun tidak luput terkena sengatan ubur-ubur.
Namun karena saya diamkan (menahan panas dan tidak digaruk), justru
makin cepat sembuh daripada kawan-kawan saya yang begitu disengat
langsung digaruk-garuk.
Sementara ada 9 saran yang dapat saya
bagikan ketika Anda ingin berkunjung ke Pantai Tiga Warna. Ada saran
lainnya? Bagikan saja lewat form komentar.
Untuk kontak reservasi Pantai Tiga Warna telah saya sertakan di tulisan yang berjudul “Pantai Tiga Warna – Aquascape Alami di Malang Raya“. Silakan dikunjungi 
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya,Salam jalan-jalan dan sukses untuk kita semua.
Sumber : http://anomharya.com/2015/07/tips-berkunjung-ke-pantai-tiga-warna-malang/
20.33
Destinasi wisata Kaliurang
menyuguhkan Anda akan sebuah keindahan alam nan memikat di kaki Gunung
Merapi Jogjakarta. Inilah salah satu pesona dari sejumlah tempat wisata
di Jogja yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Secara
administratif, Kaliurang terletak di Desa Hargobinangun, Kec. Pakem,
Sleman, Jogjakarta. Daerah ini berada di ketinggian sekitar 900 meter
dpl pada arah selatan Gunung Merapi dan berjarak sekitar 25 km dari
pusat kota Yogyakarta. Kontur wilayah yang berada di dataran tinggi
membuat suhu udara di Kaliurang begitu sejuk dengan kisaran suhu antara
20 hingga 25 derajat Celcius.
Perjalanan menuju kawasan wisata Kaliurang memberikan Anda suguhan
panorama yang mengagumkan, dengan gunung menjulang tinggi, bentang alam
nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan, serta udara yang begitu
segar. Belum lagi aneka taman bermain di Kaliurang dan hiburan
perjalanan alam yang menyenangkan. Inilah sebab mengapa Kaliurang
menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Jogja,
pilihan tepat untuk wisata anak-anak Anda di alam terbuka.
Eksistensi objek wisata Jogja yang satu ini telah berlangsung sejak zaman Belanda ada di Indonesia. Di masa itu, Kaliurang adalah salah satu tempat tujuan peristirahatan para nyonya dan meneer Belanda. Di masa kini, infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Kaliurang terjaga sedemikian baik dan semakin lengkap serta menjadi salah satu objek wisata andalah Sleman di Jogjakarta.
Destinasi wisata Kaliurang menyuguhkan Anda akan sebuah keindahan alam nan memikat di kaki Gunung Merapi Jogjakarta. Inilah salah satu pesona dari sejumlah tempat wisata di Jogja yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Secara administratif, Kaliurang terletak di Desa Hargobinangun, Kec. Pakem, Sleman, Jogjakarta. Daerah ini berada di ketinggian sekitar 900 meter dpl pada arah selatan Gunung Merapi dan berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Kontur wilayah yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara di Kaliurang begitu sejuk dengan kisaran suhu antara 20 hingga 25 derajat Celcius.
Perjalanan menuju kawasan wisata Kaliurang memberikan Anda suguhan panorama yang mengagumkan, dengan gunung menjulang tinggi, bentang alam nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan, serta udara yang begitu segar. Belum lagi aneka taman bermain di Kaliurang dan hiburan perjalanan alam yang menyenangkan. Inilah sebab mengapa Kaliurang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Jogja, pilihan tepat untuk wisata anak-anak Anda di alam terbuka.
Eksistensi objek wisata Jogja yang satu ini telah berlangsung sejak zaman Belanda ada di Indonesia. Di masa itu, Kaliurang adalah salah satu tempat tujuan peristirahatan para nyonya dan meneer Belanda. Di masa kini, infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Kaliurang terjaga sedemikian baik dan semakin lengkap serta menjadi salah satu objek wisata andalah Sleman di Jogjakarta.
Eksistensi objek wisata Jogja yang satu ini telah berlangsung sejak zaman Belanda ada di Indonesia. Di masa itu, Kaliurang adalah salah satu tempat tujuan peristirahatan para nyonya dan meneer Belanda. Di masa kini, infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Kaliurang terjaga sedemikian baik dan semakin lengkap serta menjadi salah satu objek wisata andalah Sleman di Jogjakarta.
Destinasi wisata Kaliurang menyuguhkan Anda akan sebuah keindahan alam nan memikat di kaki Gunung Merapi Jogjakarta. Inilah salah satu pesona dari sejumlah tempat wisata di Jogja yang populer di kalangan penikmat perjalanan. Secara administratif, Kaliurang terletak di Desa Hargobinangun, Kec. Pakem, Sleman, Jogjakarta. Daerah ini berada di ketinggian sekitar 900 meter dpl pada arah selatan Gunung Merapi dan berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Kontur wilayah yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara di Kaliurang begitu sejuk dengan kisaran suhu antara 20 hingga 25 derajat Celcius.
Perjalanan menuju kawasan wisata Kaliurang memberikan Anda suguhan panorama yang mengagumkan, dengan gunung menjulang tinggi, bentang alam nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan, serta udara yang begitu segar. Belum lagi aneka taman bermain di Kaliurang dan hiburan perjalanan alam yang menyenangkan. Inilah sebab mengapa Kaliurang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Jogja, pilihan tepat untuk wisata anak-anak Anda di alam terbuka.
Eksistensi objek wisata Jogja yang satu ini telah berlangsung sejak zaman Belanda ada di Indonesia. Di masa itu, Kaliurang adalah salah satu tempat tujuan peristirahatan para nyonya dan meneer Belanda. Di masa kini, infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan Kaliurang terjaga sedemikian baik dan semakin lengkap serta menjadi salah satu objek wisata andalah Sleman di Jogjakarta.
06.59
Pantai Sundak tak hanya memiliki pemandangan alam yang
mengasyikkan, tetapi juga menyimpan cerita. Nama Sundak ternyata
mengalami evolusi yang bukti-buktinya bisa dilacak secara geologis.
Agar tahu bagaimana evolusinya, maka pengunjung mesti tahu
dulu kondisi pinggiran Pantai Sundak dulu dan kini. Di bagian pinggir
barat pantai ketika YogYES berkunjung terdapat masjid dan ruang kosong
yang sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sementara di sebelah
timur terdapat gua yang terbentuk dari batu karang berketinggian kurang
lebih 12 meter. Memasuki gua, akan dijumpai sumur alami tempat penduduk
mendapatkan air tawar.
Wilayah yang diuraikan di atas sebelum tahun 1930 masih
terendam lautan. Konon, air sampai ke wilayah yang kini dibangun masjid,
batu karang yang membentuk gua pun masih terendam air. Seiring proses
geologi di pantai selatan, permukaan laut menyusut dan air lebih
menjorok ke laut. Batu karang dan wilayah di dekat masjid akhirnya
menjadi daratan baru yang kemudian dimanfaatkan penduduk pantai untuk
aktivitas ekonominya hingga saat ini.
Ada fenomena alam unik akibat aktivitas tersebut yang
akhirnya menjadi titik tolak penamaan pantai ini. Jika musim hujan tiba,
banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran
di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti
sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila
kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut
datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai
menjadi Wedibedah (pasir yang terbelah). Saat YogYES datang wedi tengah tidak terbelah.
Perubahan nama berlangsung beberapa puluh tahun kemudian.
Sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Suatu siang, seekor
anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu
dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan
landak laut itu tetapi si landak menghindar. Terjadilah sebuah
perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan
setengah tubuh landak laut dan keluar gua dengan rasa bangga. Perbuatan
si anjing diketahui pemiliknya, bernama Arjasangku, yang melihat
setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua,
ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah,
sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.
Tak dinyana, perkelahian itu membawa berkah bagi penduduk
setempat. Setelah selama puluhan tahun kekurangan air, akhirnya penduduk
menemukan mata air. Awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya
keluar gua dengan basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air
dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak. Setelah mencoba
menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar.
Jadilah kini, air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk.
Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk.
Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang
dibangun sebelumnya tergenang air laut.
Nah, bila kondisi tahun 1930 saja seperti yang dikatakan di
atas, dapat diperkirakan kondisi ratusan tahun sebelumnya. Tentu sangat
banyak organisme laut yang memanfaatkan bagian bawah karang yang kini
menjadi gua dan wilayah yang kini menjadi daratan. Karenanya, banyak
arkeolog percaya bahwa sebagai konsekuensi dari proses geologis yang
ada, banyak organisme laut yang tertinggal dan kini tertimbun menjadi
fosil. Soal fosil apa yang ditemukan, memang hingga kini belum banyak
penelitian yang mengungkapkan.
Selain menawarkan saksi bisu sejarahnya, Sundak juga
menawarkan suasana malam yang menyenangkan. Anda bisa menikmati angin
malam dan bulan sambil memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai
bersama teman. Dengan membayar beberapa ribu, Anda dapat membeli kayu
untuk bahan bakar. Kalau malas, pesan saja yang matang sehingga siap
santap. Yang jelas, tak perlu bingung mencari tempat menginap.
Pengunjung bisa tidur di mana saja, mendirikan tenda, atau tidur saja di
bangku warung yang kalau malam tak terpakai. Kegelapan tak perlu
diributkan, bukankah membosankan jika hidup terus terang benderang? sumber: https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/sundak/
06.57
Pantai Carocok
Pantai carocok ini Terletak disebelah barat kota Painan, berjarak kira-kira 2 km dari Pasar Painan.
Pantai ini Sangat Terkenal di Sumatera Barat Maupun Indonesia,
menurut sebagian orang, Pantai Carocok ini tidak kalah dari Pantai
Semenanjung Kra di Malaysia atau Pantai Sanur di Bali.
Dalam kawasan Objek Wisata Pantai Carocok Painan ini Juga terdapat sebuah Pulau Batu Karang yang tersambung dengan ujung Bukit Langkisau.Yaitu
Pulau Batu Kareta. Dahulu Pulau Batu Kareta dapat dicapai hanya Pada
saat air laut Surut, akan tetapi sejak dibangunnya Jembatan oleh Pihak
PEMKAB Pesisir Selatan Pulau Batu Kareta ini dapat dicapai kapan saja
karna sudah terintegrasi dengan jembatan.
Tidak itu saja sekitar 200 meter Kebarat Pantai carocok ini terletak sebuah pulau kecil yang bersejarah,yaitu Pulau Cingkuak.
Dipulau ini dapat kita jumpai bekas-bekas Reruntuhan Benteng
Portugis. Menurut Sejarah Pertama kali Portugis menjejakan kakinya di
Pesisir Pulau Sumatera adalah di Pulau Cingkuk ini. Di samping benteng
Portugis tersebut di pulau ini juga ada sebuah makam orang portugis
(MADAME VAN DER KAMPEN) ditandai dengan adanya Prasasti.
Pulau kecil yang berpasir putih dan berair sangat bersih serta sangat
tenang ini sangat ramai dikunjungi orang untuk berwisata terutama pada
saat hari libur.Berbagai kegiatan dapat dilakukan di pulau cingkuk ini
mulai dari mandi air laut , Snorkling sampai memancing dapat dilakukan
disini
Untuk mencapai pulau ini tidak susah,anda cukup berdiri di ujung
jembatan wisata pantai Carocok Painan yang Berada dihadapan Pulau
Cingkuk, Beberapa orang tukang perahu bermesin tempel akan menghampiri
anda, menawarkan jasanya untuk mengantarkan anda Ke Pulau Cingkuk.
Kembali ke Pantai carocok Painan.Saat
yang paling indah di pantai carocok painan adalah disaat matahari akan
tengelam, Panorama Jingga Sunset yang memantul diatas Permukaan Samudera
Indonesia Sangat Bagus disaksikan disini.
SUMBER:https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1486031411802115365#editor/target=post;postID=1308612540154751565http://wisatapainan.wordpress.com/pantai-carocok 
07.31
PASUMPAHAN ISLAND
SUDAH diakui kalau Sumatera Barat itu punya paket
wisata lengkap. Orang bilang nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, ke
Sumatera Barat saja semuanya ada. Mau kulineran, disini tempatnya. Mau
melihat arsitektur dan budaya, di sini kental banget. Mau cari
pegunungan dan lembah, Sumatera Barat tempatnya.
Kalau destinasi-destinasi wisata yang saya sebutkan barusan pasti sudah banyak yang tahu. Ternyata Sumatera Barat itu juga punya wisata bahari lho. Pasti nggak banyak yang tahu kalau Sumatera Barat punya kepulauan yang sangat indah dan cantik. Di sini saya mau sharing tentang Pulau Pasumpahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan dari pantai di Kota Padang.
Sumatera Barat memiliki kekayaan alam serta budaya masyarakatnya yang khas dan unik. Wilayah yang terbentang dari pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera ini menyuguhkan pengalaman yang unik dan telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan favorit di Tanah Air.
Kalau destinasi-destinasi wisata yang saya sebutkan barusan pasti sudah banyak yang tahu. Ternyata Sumatera Barat itu juga punya wisata bahari lho. Pasti nggak banyak yang tahu kalau Sumatera Barat punya kepulauan yang sangat indah dan cantik. Di sini saya mau sharing tentang Pulau Pasumpahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan dari pantai di Kota Padang.
Sumatera Barat memiliki kekayaan alam serta budaya masyarakatnya yang khas dan unik. Wilayah yang terbentang dari pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera ini menyuguhkan pengalaman yang unik dan telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan favorit di Tanah Air.
Terletak di bibir pantai barat Sumatera, Padang menjadi kota terpenting
di Sumbar sekaligus sebagai pusat pemerintahan provinsi. Selain kota
bisnis dan pusat pemerintahan, Padang bisa menjadi tempat persinggahan
yang menarik bagi para wisatawan sebelum menjelajahi tempat lain, berkat
adanya sejumlah lokasi wisata di sekitarnya.
Pulau Pasumpahan adalah sebuah pulau yang berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan. Di pinggir pantai kita bisa melihat banyak aktivitas nelayan di sini yang sedang menangkap ikan maupun menjaring ikan.
Pulau Pasumpahan adalah sebuah pulau yang berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan. Di pinggir pantai kita bisa melihat banyak aktivitas nelayan di sini yang sedang menangkap ikan maupun menjaring ikan.
Pulau ini diharapkan menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Sumatera
Barat. Terletak di sebelah barat Pulau Setan Kecil, untuk menempuh pulau
ini memakan waktu 40 menit dari Pulau Pisang dengan mesin 45 PK.
Potensi wisata bawah laut di kawasan wisata bahari pantai barat Kota Padang ini berupa kawasan ekosistem terumbu karang yang terdapat hampir di setiap pulau, di antaranya di Pulau Gosong. Selain dari terumbu karang berbagai jenis ikan karang atau ikan-ikan hias juga sangat menarik untuk dinikmati wisatawan.
Di perairan Kota Padang ditemukan 21 jenis ikan kepe-kepe yang didominasi oleh Chaetodon trifascialis. Lokasi-Iokasi penyelaman yang sudah mulai dipasarkan kepada wisatawan antara lain Pulau Gosong, Pulau Ular, Pulau Sirandah, dan Pulan Pandan.
Karena keindahan Pulau Pasumpahan dan pulau-pulau sekitarnya kini tengah diincar banyak investor lokal maupun asing untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang diunggulkan Sumbar. Ya, karena potensi pariwisata bahari di kepulauan Sumatera Barat ini benar-benar bagus dan bisa dikembangkan.
Potensi wisata bawah laut di kawasan wisata bahari pantai barat Kota Padang ini berupa kawasan ekosistem terumbu karang yang terdapat hampir di setiap pulau, di antaranya di Pulau Gosong. Selain dari terumbu karang berbagai jenis ikan karang atau ikan-ikan hias juga sangat menarik untuk dinikmati wisatawan.
Di perairan Kota Padang ditemukan 21 jenis ikan kepe-kepe yang didominasi oleh Chaetodon trifascialis. Lokasi-Iokasi penyelaman yang sudah mulai dipasarkan kepada wisatawan antara lain Pulau Gosong, Pulau Ular, Pulau Sirandah, dan Pulan Pandan.
Karena keindahan Pulau Pasumpahan dan pulau-pulau sekitarnya kini tengah diincar banyak investor lokal maupun asing untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang diunggulkan Sumbar. Ya, karena potensi pariwisata bahari di kepulauan Sumatera Barat ini benar-benar bagus dan bisa dikembangkan.
Hamparan pasir di sepanjang pantai Pasumpahan yang disertai deburan
ombak menjadi daya tarik utama pantai ini. Sebuah pulau mungil yang
melayang di lepas pantai, menjadi bonus pemandangan yang bernilai.
Bentangan pantai landainya yang dialasi miliaran butir pasir putih,
suasananya yang hening memang daya tarik unggulan dari pulau ini.
Dengan demikian, para wisatawan akan serasa terisolir jauh keriuhan kota meski sebenarnya hanya selangkah dari keramaian kota. Berkeliling di pulau ini bakal terasa menyenangkan. Dengan berjalan kaki wisatawan dapat menyaksikan panorama alam sekeliling pulau yang begitu memanjakan mata. Maka tidak salah kalau Pulau Pasumpahan ini disebut sebagai salah satu pulau terindah di Sumatera Barat.
SUMBER: http://travel.kompas.com/read/2014/08/09/152200527/Pasumpahan.Pulau.Terindah.di.Sumatera.Barathttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1486031411802115365#editor/target=post;postID=3625741713097706628
Dengan demikian, para wisatawan akan serasa terisolir jauh keriuhan kota meski sebenarnya hanya selangkah dari keramaian kota. Berkeliling di pulau ini bakal terasa menyenangkan. Dengan berjalan kaki wisatawan dapat menyaksikan panorama alam sekeliling pulau yang begitu memanjakan mata. Maka tidak salah kalau Pulau Pasumpahan ini disebut sebagai salah satu pulau terindah di Sumatera Barat.
SUMBER: http://travel.kompas.com/read/2014/08/09/152200527/Pasumpahan.Pulau.Terindah.di.Sumatera.Barathttps://www.blogger.com/blogger.g?blogID=1486031411802115365#editor/target=post;postID=3625741713097706628
07.27
Pulau Weh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pulau Sabang terletak
di kawasan paling barat di Indonesia. Terletak di sebelah utara pantai
barat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, kurang lebih 35 mil dari
ibukota provinsi, Banda Aceh. Penduduk pulau ini berjumlah kurang lebih
24 ribu jiwa. Mata pencaharian mayoritas penduduk setempat adalah
nelayan dan pegawai negeri. Beberapa tempat tujuan pariwisata di pulau
ini antara lain adalah Iboih, Keuneukai, Gapang, Ujong Kareung dan
tempat pemandian air hangat Anoi Itam serta pantai sumur tiga. Taman
laut di pulau ini memiliki terumbu karang yang mengelilingi pulau kecil
bernama Rubiah. Taman rekreasi Iboih terletak di pantai barat pulau Weh.
Taman tersebut memiliki hutan pantai dan hutan tropis dataran rendah.
Di daerah Ukong Murong (daerah sekitar Iboih), terdapat sebuah gunung
berapi kecil, air terjun dan gua yang dihuni oleh burung, kelelawar dan
ular. Selain Keindahan bahari, Pulau Weh memiliki tugu NOL Kilometer.
Titik kilometer nol yang terdapat di pulau Weh ini sebenarnya bukanlah
merupakan titik paling barat Indonesia. Pulau yang terletak di ujung
paling barat Indonesia adalah Pulau Rondo. Namun dikarenakan pulau Rondo
tidak berpenghuni, maka tugu kilometer nol dibangun di pulau Weh.
Selamat Datang di Pulau Sabang

Kota Sabang terletak di pulau ini. Di pulau ini juga terdapat tugu kilometer nol sebagai tanda kilometer nol sebagai hasil pengukuran dari Badang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tugu ini terletak di ujung barat pulau Weh dan diresmikan Wakil Presiden Try Sutrisno pada tanggal 9 September 1997. Posisi tugu berada di atas bukit yang tubirnya berada persis di tepi laut, 29 km dari pusat kota Sabang. Atau tepatnya, tugu itu berada di desa Iboih, kecamatan Sukakarya Ujung Ba'u. Dari titik kilometer nol ini, seseorang bisa langsung melihat ke laut lepas. Dapat dilihat juga tiga buah pulau kecil yang sebelum tsunami merupakan satu kesatuan. Pada tahun 1970-an, pemerintah menetapkan Sabang sebagai salah satu pelabuhan bebas bea (free trade zone) di Indonesia dan hal ini sempat membuka kegiatan di Sabang menjadi marak kembali. Namun pada tahun 1986 status Sabang sebagai pelabuhan bebas bea dihapuskan dan kota ini kembali menjadi kota nelayan. Sesuai dengan informasi yang saya terima dari penduduksekitar satu-satunya kegiatan ekonomi, selain penangkapan ikan (nelayan), yang terdapat di Pulau Weh adalah kerajinan perabotan dari rotan.
Untuk menuju Pulau Sabang, di tempuh dengan jarak ± 45 Menit dari Dermaga Ule Lheu Kota Banda Aceh, dengan menggunakan Kapal Cepat dengan ,jam keberangkatan adalah jam 09.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif Ekonomi : Rp.60.000 dan VIP Rp. 75.000. Atau bisa juga dengan Kapal Lambat KMP BRR dengan Biaya 25.000 Untuk kelas Ekonomi dan 40.000 Kelas VIP. kalau saya milih yang ekonomi, lebih murah dan bisa di Dak Kapal. Lebih asik menikmati suasana perjalanan. Dengan KMP BRR perjalanan di Tempuh sekitar 2 Jam. Setiba di Balohan (Dermaga Pulau Sabang), sudah menunggu beberapa angkutan umum seperti taxi dan ompengan lain, untuk menuju kota sabang, perorang akan di pungut biaya sebesar Rp. 30.000 kita akan diantar ke lokasi yang akan kita tuju. Untuk yang baru pertama kali ke pulau ini, tidak usah kuatir, pengendara akan mengantar anda ke Hotel di pusat kota atau tempat lain sesuai dengan keinginan kita. Tentu akan ada renegosiasi ulang untuk ongkos antarnya.
Selamat Datang di Pulau Sabang

Kota Sabang terletak di pulau ini. Di pulau ini juga terdapat tugu kilometer nol sebagai tanda kilometer nol sebagai hasil pengukuran dari Badang Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Tugu ini terletak di ujung barat pulau Weh dan diresmikan Wakil Presiden Try Sutrisno pada tanggal 9 September 1997. Posisi tugu berada di atas bukit yang tubirnya berada persis di tepi laut, 29 km dari pusat kota Sabang. Atau tepatnya, tugu itu berada di desa Iboih, kecamatan Sukakarya Ujung Ba'u. Dari titik kilometer nol ini, seseorang bisa langsung melihat ke laut lepas. Dapat dilihat juga tiga buah pulau kecil yang sebelum tsunami merupakan satu kesatuan. Pada tahun 1970-an, pemerintah menetapkan Sabang sebagai salah satu pelabuhan bebas bea (free trade zone) di Indonesia dan hal ini sempat membuka kegiatan di Sabang menjadi marak kembali. Namun pada tahun 1986 status Sabang sebagai pelabuhan bebas bea dihapuskan dan kota ini kembali menjadi kota nelayan. Sesuai dengan informasi yang saya terima dari penduduksekitar satu-satunya kegiatan ekonomi, selain penangkapan ikan (nelayan), yang terdapat di Pulau Weh adalah kerajinan perabotan dari rotan.
Untuk menuju Pulau Sabang, di tempuh dengan jarak ± 45 Menit dari Dermaga Ule Lheu Kota Banda Aceh, dengan menggunakan Kapal Cepat dengan ,jam keberangkatan adalah jam 09.00 (Kapal Pulo Rondo) dan jam 15.00 (Kapal Baruna Duta) dengan tarif Ekonomi : Rp.60.000 dan VIP Rp. 75.000. Atau bisa juga dengan Kapal Lambat KMP BRR dengan Biaya 25.000 Untuk kelas Ekonomi dan 40.000 Kelas VIP. kalau saya milih yang ekonomi, lebih murah dan bisa di Dak Kapal. Lebih asik menikmati suasana perjalanan. Dengan KMP BRR perjalanan di Tempuh sekitar 2 Jam. Setiba di Balohan (Dermaga Pulau Sabang), sudah menunggu beberapa angkutan umum seperti taxi dan ompengan lain, untuk menuju kota sabang, perorang akan di pungut biaya sebesar Rp. 30.000 kita akan diantar ke lokasi yang akan kita tuju. Untuk yang baru pertama kali ke pulau ini, tidak usah kuatir, pengendara akan mengantar anda ke Hotel di pusat kota atau tempat lain sesuai dengan keinginan kita. Tentu akan ada renegosiasi ulang untuk ongkos antarnya.
23.52
Terletak di pesisir utara Pantai Jawa, tepatnya di kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan – Jawa Timur, Wisata Bahari Lamongan (WBL) menawarkan oase tersendiri bagi wisatawan. Berdiri sejak tahun 2004 sebagai hasil pengembangan objek wisata yang telah ada sebelumnya, yaitu Pantai Tanjung Kodok. Memadukan konsep wisata bahari dan dunia wisata dalam areal seluas 11 hektare, WBL siap memanjakan pengunjung dengan konsep one stop service mulai jam 08.30-16.30 WIB setiap harinya. Didukung pula dengan hadirnya 3 wahana baru setiap tahunnya. Selain itu tersedia pula fasilitas pendukung seperti Pasar Hidangan, Pasar Wisata, Pasar Buah dan Ikan serta fasilitas umum lain seperti Masjid, Klinik, ATM, Tempat Menyusui Ibu & Bayi, Toilet, Free WIFI, Tempat Parkir dan lain sebagainya. Terhubung dengan Tanjung Kodok Beach Resort dan Maharani Zoo & Goa, menjadikan perjalanan wisata anda semakin nyaman, lengkap dan berkesan.
23.45
Pantai Bajul Mati,
Pantai ini memiliki garis pantai yang indah. Selain air laut yang biru
beserta ombak besar yang saling berkejaran, di tengah-tengah lautan
terdapat semacam bukit yang dari dalam laut. Di dekat pantai ada
jembatan Bajul Mati. Dari sana, wisatawan bisa ngeliat tebing-tebing
tinggi menjulang
23.40
Jalan-jalan ke sumatera barat, rasanya tidak akan sempurna kalau tidak menikmati hidangan kulinernya. salah satu hidangan kuliner khas sumatera barat yang jarang kita dapatkan di rumah makan padang adalah sambalado tanak.
Samba lado tanak adalah sambal masakan khas masyarakat Nagari Sungai Jambu, di pinggang Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar (sekitar 700 m dari permukaaan laut).
Penduduk di nagari ini jika makan sangat mementingkan adanyasamba lado (sambal) karena suhu di tempat ini sangat dingin. Karena kebiasaan ini, penduduk di nagari-nagari sekitarnya menamakan masyarakat Sungai Jambu dengan sebutan “Sungai Jambu Gadang Lado” (Sungai Jambu besar sambal).
Masyarakat Nagari Sungai Jambu sangat pandai membuat berbagai jenis samba lado, dan salah satunya adalah samba lado tanak. Samba lado tanak diolah dari bahan-bahan cabe yang sudah digiling, santan kelapa yang sudah dimasak, ikan teri, petai/jengkol, telur yang sudah di rebus dan ditambah rempah-rempah lainnya, kemudian semua bahan-bahan tersebut dimasak dalam kuali dengan api dari bahan bakar kayu.
Setiap makan dengan sambalado tanak ini saya selalu ingat dengan nenek. beliau adalah koki yang paling top dalam membuat sambalado tanak, ciri khas nenek memasak sambalado ini adalah diatas tungku, sehingga aroma asap kayu masuk ke dalam sambal. kapanpun kami minta di buatkan oleh kami para cucunya, beliau selalu siap membuatkan. ciri khas sambalado nenek adalah cabenya yang banyak serta santannya yang kental, sehingga mendatangkan rasa pedas yang nikmat. kalau tidak malu mungkin satu kuali habis untuk saya seorang.
ketika pulang kampung pun yang pertama sekali saya pesankan ke nenek adalah minta dibuatkan sambalado tanak. sayang sekarang nenek saya sudah tiada. tapi alhamdulillah saya tidak kehilangan kenikmatan rasa dari sambalado tanak ini. karena kelezatan sambalado tanak istri saya meski tidak selezat masakan nenek, akan tetapi tidak kalah dengan sambalado tanak yang di jual di luar. kekurangan sambalado tanak istri adalah cara masaknya yang beda, kalau nenek saya masaknya di atas tungku kayu, maka isteri masak di atas kompor.
03.39
Setiap daerah tentunya memiliki daya tarik tersendiri. Memiliki budaya yang berbeda. Bahasa, dialeg dan pandangan hidup yang tak sama. Namun keanekaragaman inilah yang membuat kita merasa saling membutuhkan. Tak luput pula kekhasan kuliner yang ada pada tiap-tiap daerah.

Pariaman tampil dengan sala lauaknya. Sudah tidak asing lagi bagi kita makanan khas orang Pariaman ini.
Sala merupakan bahasa Minang yang berarti goreng. Sedang lauak berarti ikan. Apa sala lauak itu sama dengan goreng ikan? Eits, hati-hati! Tentu bukan, karena yang akan diberikan bukan sala lauak lagi tetapi ikan yang digoreng. Lalu sala lauak itu seperti apa?
Sala lauak merupakan gorengan sebesar bola pimpong berwarna kuning kunyit. Tersusun atas tepung beras, cabe, kunyit, bawang-bawangan, garam, serta ikan asin. Rasa ikan asin yang terdapat dalam gumpalan tepung yang dibumbui inilah yang membuat 'sala' itu bernama Sala Lauak.
Kekhasan kuliner yang terdapat dalam satu daerah tampaknya akan sulit terdapat pada daerah lain. Empek-empek Palembang, misalnya. Makanan khas Pelembang ini meski dibuat dengan resap yang sama oleh masyarakat daerah lain maka akan mencitrakan rasa dan bentuk yang agak berbeda.
Begitu juga sala lauak yang terdapat di luar daerah Pariaman. Orang luar daerah yang membuatnya terkesan memberi inovasi yang berbeda dari yang aslinya. Tak perlu jauh-jauh. Untuk kota Padang saja. Kota 73,36 kilometer persegi dari kota Pariaman ini menyajikan ragam baru dari sala lauak.
Sala lauak yang ada di Padang cenderung lebih kecil. Rasa ikan asinnya tidak begitu mendominasi. Nah, begitu pula sebaliknya. Hal ini membuktikian betapa kekhasan suatu daerah tidak dapat disamakan oleh daerah lain.
Tak hanya sala lauak yang menjadi makanan khas Pariaman, tetapi masih banyak makanan lainnya. Seperti goreng kepiting, ketupat gulai paku, kacimuih, lamang sipuluik, onde-onde, lompong sagu, dan jenis makanan lainnya.
Makanan khas ini akan dengan sangat mudah kita temukan di Pariaman. Di sekitar Pantai Gandoriah saja, kita dapat menemui makanan-makanan ini. anda penasaran dengan sala lauak Rang Piaman? Yuk coba! (*)
03.33
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG--Anda pernah mencicipi hangatnya Aia (air) Kawa? Aia Kawa adalah salah satu jenis minuman khas dari Ranah Minang yang terbuat dari daun kopi jenis lokal pilihan yang diolah terlebih dahulu.
Kenapa daun kopi? Konon kabarnya, zaman Jepang berkuasa, seluruh hasil panen buah kopi segar dari Ranah Minang, diekspor keluar negeri oleh bangsa penjajah, sehingga warga pribumi tidak mendapat kesempatan untuk mencicipi nikmatnya hasil seduhan buah kopi ini . Minum kopi pada zaman itu mempunyai kebanggaan tersendiri. Kebiasaan meminum kopi melambangkan dia orang berkelas pada zaman itu.
Seperti kata pepatah, tak ada rotan akarpun jadi. Tidak ada kopi daunya pun tak apalah, begitu kira-kira. Sehingga keinginan orang untuk menikmati minuman kopi sedikit terobati. Dan akhirnya minuman ini banyak yang mengemari .
Untuk membuat segelas seduhan Aia Kawa hampir mirip dengan membuat air teh. Bedanya Aia Kawa dibuat dari daun kopi jenis lokal yang tidak diketahui variannya. Daun kopi dikeringkan terlebih dahulu, dengan menyangrai (ditaruh di atas perapian) sampai daun kopi mengering selama kurang lebih 12 jam. Setelah itu, daun yang mengering dicampur dengan air dingin dan dimasak sampai airnya mendidih.
Uniknya, untuk menikmati Aia Kawa ini kita tidak menggunakan gelas atau cangkir seperti biasanya tapi mengunakan wadah dari tempurung kelapa yang diberi tatakan bambu. Aia Kawa diseruput dengan pelan, hawa hangat terasa merayap di rongga dada. Nikmatnya.
Aia Kawa terasa lebih nikmat bila ditemani dengan sepotong kue bika. Sejenis kue basah yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa muda, dan gula pasir. Proses pematangan bika ini, punya ciri khas juga karena dibakar dalam belanga (periuk tanah yang dibuat dari tanah liat).
Perapiannya berasal dari dua arah. Selain api berasal dari bawah belanga, bara api juga ditaruh diatas penutup belanga untuk mempercepat proses pematangan kue bika dan memberi kesan warna coklat di atasnya. Hanya dalam waktu 15 menit kue bika hangat sudah bisa dinikmati.
Jika Anda mampir di Ranah Minang, sempatkan untuk berkunjung ke Dangau Bika jo Aia Kawa yang terletak di jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh km 9, Desa Koto Hilalang IV Angkat Candung. Dangau ini diawaki oleh Irwan, dan beberapa rekannya yang masih menimba ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan, di kota ini.
Melihat peluang dan ingin mengembangkan tradisi minum Aia Kawa ini mereka berencana membuka tempat baru, yang tidak jauh dari lokasi sekarang. Anda ingin mencobanya? Dengan uang Rp 3.000 saja kita sudah dapat menikmati satu cangkir batok kelapa Aia Kawa dan satu potong kue bika...selamat menikmati
Kenapa daun kopi? Konon kabarnya, zaman Jepang berkuasa, seluruh hasil panen buah kopi segar dari Ranah Minang, diekspor keluar negeri oleh bangsa penjajah, sehingga warga pribumi tidak mendapat kesempatan untuk mencicipi nikmatnya hasil seduhan buah kopi ini . Minum kopi pada zaman itu mempunyai kebanggaan tersendiri. Kebiasaan meminum kopi melambangkan dia orang berkelas pada zaman itu.
Seperti kata pepatah, tak ada rotan akarpun jadi. Tidak ada kopi daunya pun tak apalah, begitu kira-kira. Sehingga keinginan orang untuk menikmati minuman kopi sedikit terobati. Dan akhirnya minuman ini banyak yang mengemari .
Untuk membuat segelas seduhan Aia Kawa hampir mirip dengan membuat air teh. Bedanya Aia Kawa dibuat dari daun kopi jenis lokal yang tidak diketahui variannya. Daun kopi dikeringkan terlebih dahulu, dengan menyangrai (ditaruh di atas perapian) sampai daun kopi mengering selama kurang lebih 12 jam. Setelah itu, daun yang mengering dicampur dengan air dingin dan dimasak sampai airnya mendidih.
Uniknya, untuk menikmati Aia Kawa ini kita tidak menggunakan gelas atau cangkir seperti biasanya tapi mengunakan wadah dari tempurung kelapa yang diberi tatakan bambu. Aia Kawa diseruput dengan pelan, hawa hangat terasa merayap di rongga dada. Nikmatnya.
Aia Kawa terasa lebih nikmat bila ditemani dengan sepotong kue bika. Sejenis kue basah yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan kelapa muda, dan gula pasir. Proses pematangan bika ini, punya ciri khas juga karena dibakar dalam belanga (periuk tanah yang dibuat dari tanah liat).
Perapiannya berasal dari dua arah. Selain api berasal dari bawah belanga, bara api juga ditaruh diatas penutup belanga untuk mempercepat proses pematangan kue bika dan memberi kesan warna coklat di atasnya. Hanya dalam waktu 15 menit kue bika hangat sudah bisa dinikmati.
Jika Anda mampir di Ranah Minang, sempatkan untuk berkunjung ke Dangau Bika jo Aia Kawa yang terletak di jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh km 9, Desa Koto Hilalang IV Angkat Candung. Dangau ini diawaki oleh Irwan, dan beberapa rekannya yang masih menimba ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan, di kota ini.
Melihat peluang dan ingin mengembangkan tradisi minum Aia Kawa ini mereka berencana membuka tempat baru, yang tidak jauh dari lokasi sekarang. Anda ingin mencobanya? Dengan uang Rp 3.000 saja kita sudah dapat menikmati satu cangkir batok kelapa Aia Kawa dan satu potong kue bika...selamat menikmati
03.25









